Sugeng Rawuh..

Selamat Datang di blog saya ini,

"Tekun Pasti Terbayar.."

Mancing adalah suatu hoby yang penuh dengan proses.
Semua orang berkesempatan sama.
Tidak memandang usia, gender, status sosial, RAS, pendidikan, atau aspek-aspek latar belakang lainnya.
Tidak pula membutuhkan bakat atau talenta atau tidak.
Melalui proses belajar dan mencoba, setiap orang bisa menjadi master di hoby ini.
Asah saja kemampuan dengan tekun, usaha anda pasti terbayar.. Pasti!

Salam Strike!

Minggu, 12 Juni 2011

Mancing Wader

Semasa kecil dulu, saya dan teman-teman sepermainan biasa mengisi waktu waktu luang sepulang sekolah atau saat liburan dengan berbagai macam kegiatan yang sifatnya petualangan.
Kegiatan yang paling menyenangkan masa itu ialah mandi di sungai yang diteruskan dengan mancing ikan wader..

Ikan wader begitu melimpah di perairan kami, bahkan sampai sekarangpun populasinya masih banyak di beberapa spot.

Awal saya  menekuni mancing bersama Bang Andi, kami mulai dengan mancing wader. Maklum, ketika itu pengetahuan mancing yang saya miliki hanya mancing wader, pengalaman masa kecil dulu.
Mancing ikan wader begitu praktis, mulai  dari peralatan, umpan, hingga teknik yang digunakan sangatlah sederhana.

Jika semasa kecil dulu mancing wader masih menggunakan joran yang terbuat dari batang bambu yang diserut, maka pada masa sekarang telah tersedia joran yang lebih praktis.

Begitu sepakat akan mulai mancing wader, saya segera berbelanja piranti ke toko pancing.
Joran tegeg/pole menjadi pilihan. Betapa praktis joran tegeg, konsepnya yang teleskopik memberikan kepraktisan dalam pemakaian. Materialnya yang ringan juga menjadikan pemancing nyaman memainkan joran tegeg. Yang paling menyenangkan adalah aksi joran tegeg yang lentur akan memberikan sensasi manakala sedang menarik ikan.

Berikut adalah beberapa tips yang saya aplikasikan selama saya mengeksplore mancing wader.

Peralatan:
  1. Joran : Paling pas menggunakan joran tegeg/pole rod. Untuk spot sungai/kolam kecil nyaman menggunakan joran tegeg panjang 180cm. Untuk spot yang agak luas, perlu dijajaki menggunakan joran tegeg panjang 2,1cm atau 3,6cm, atau 4,2 cm. Karena konsepnya yang teleskopik, kita bisa saja membawa beberapa joran tegeg berbagi ukuran sekaligus dalam setiap trip. Bahkan, ada beberapa merk joran tegeg yang memiliki fitur bisa disetel panjangnya sesuai kebutuhan. 
  2. Senar : Ukuran senar yang digunakan cukup senar kecil/lembut. 0,5mm atau 0,10mm atau 0,12mm
  3. Kail : No 0,5 atau no 1 sudah cukup untuk menaklukan ikan wader
  4. Pelampung : Untuk mendeteksi umpan telah dimakan oleh ikan, getarannya biasanya akan kelihatan ritmis berupa kedutan-kedutan serta pelampung tenggelam cepat apabila umpan telah termakan sempurna. Pelampung untuk mancing wader cukup kecil saja. Apabila lokasi air tenang bisa menggunakan pelampung manik, atau di Jogja sering disebut, kambangan tutul. untuk lokasi air yang berarus lebih pas menggunakan pelampung panjang yang meruncing untuk membuat umpan bisa berhanyut mengikuti arus, paling nyaman menggunakan pelampung berbahan sterofoam atau batang bawang yang super ringan.
  5. Timah : Fungsi timah adalah membuat umpan tenggelam namun tetap melayang di permukaan dasar. Oleh karenanya, timah lipat lebih praktis karena bisa disetel sesuai kebutuhan. Ada kalanya spot wader berupa air sungai yang mengalir deras. Di spot seperti ini penggunaan pelampung kurang efektif. Untuk mengatasinya bisa menggunakan metode timah bawah yang agak berat dengan kumis pancing renteng 1-3 di atas timah.
  6. Umpan : Paling sering digunakan adalah cacing, yang paling populer adalah cacing pelepah pisang/ cacing sampah, cacing sawah, kroto, atau sering pula menggunakan umpan pelet atau adonan. Yang paling praktis adalah menggunakan mie instan yang telah direndam.
  7. Kepis : Untuk menampung ikan hasil mancing dalam keadaan hidup. bisa juga menggunakan ember yang dilengkapi aerator baterai.
  8. Rod Holder: terbuat dari pipa yang di tancapkan di tanah untuk meletakkan joran saat kita memasang umpan atau melepas kail dari mulut ikan
Teknik Mancing Wader:

Ikan wader adalah ikan koloni yang akan bergerak secara bergerombol. Paling senang menghuni wilayah perairan yang jernih serta berarus, meski demikian, perairan tenang semacam waduk, rawa,atau danau juga berpotensi di huni ikan wader.
Berikut tips agar bisa mendapatkan hasil maksimal dalam mengomzet ikan wader:
  1. Bawalah peralatan pendukung, topi, alas duduk, bekal makanan dsb.
  2. Saat tiba di spot, pilihlah lokasi yang akan digunakan untuk mengomzet. usahakan pilih yang struktur bawahnya berbatu, atau teduh. paling bagus jika sering kelihatan kilatan-kilatan ikan wader.
  3. Ikan wader sangat peka terhadap gangguan, oleh karenanya, begitu menentukan lokasi mancing sebaiknya segera menggelar alas tempat duduk, membuka payung dan usahakan hindari berisik atau beraktivitas berlebihan.
  4. Jika posisi enak sudah didapatkan, langkah selanjutnya adalah mulai mengumpulkan ikan. Bisa di bantu dengan chuming, atau menabur umpan pelet di satu titik yang akan dijadikan lokasi ngomzet wader.
  5. Satu persatu ikan wader akan mulai mengerumuni kawasan yang telah di chuming tadi.
  6. Lambat laun jumlah ikan wader yang telah berkumpul akan semakin banyak dan akan terus bertambah. Yang perlu diperhatikan adalah, usahakan jangan terlalu berisik serta usahakan pula jangan terlalu banyak gerakan badan atau getaran kaki ditanah. Hal tersebut bisa mengakibatkan frenzy bubar seketika.
Rangkaian Pancing:

  1. Persiapkan joran tegeg,
  2. Ikat ujung joran dengan senar, sebaiknya senar dibiarkan lebih panjang dari joran dahulu, atau masih dari gulungan kemasan,
  3. Potong senar setelah diukur dengan panjang joran, beri lebihan sejengkal dari panjang joran untuk keperluan mengikat mata kail.
  4. Setelah senar di tentukan panjangnya, masukkan pelampung.
  5. Ukur seberapa panjang kira-kira senar diperlukan, posisikan dan ikat mata kail sesuai panjang joran tegeg, sisa simpulan senar pada mata kail bisa dikumis pelintir agar senar tidak mudah keriting saat melilit.
  6. Pasang timah lepat kira-kira 5-10cm diatas mata kail. Sesuaikan dengan kondisi pelampung serta arus air
  7. Arsenal mancing wader telah siap digunakan.
Umpan :

  • Cacing : Paling favorit adalah cacing yang hidup di pelepah pisang yang telah membusuk. pemancing di tempat kami menyebutnya cacing abang. Seiring perkembangan, keberadaan pohon pisang sudah mulai sulit ditemukan namun kita masih bisa menemukan jenis cacing ini diareal sampah basah rumah tangga atau saluran buang limbah dapur.Kelebihan cacing sampah, begitu julukannya mulai berubah akhir-akhir ini adalah teksturnya yang super lunak dibanding cacing jenis lainnya. Warnanya juga sangat terang, merah mengkilat dengan efek fosfor hologram. Aromanya begitu amis sehingga sangat mudah mendeteksi keberadaannya. Terlebih, gerakan cacing ini sangat dinamis, bahkan paling atraktif dibanding cacing lainnya. Lengkap sudah alasan mengapa cacing sampah menempati posisi pertama dalam deretan umpan ikan wader. Bahkan untuk keperluan komersil, cacing sampah telah berhasil dikembangbiakan dan dipasok ke warung-warung pakan burung dan pancing. Cacing impor pun mulai merambah menambah pilihan bagi kebutuhan pemancing. Pilihan kedua adalah cacing sawah, sesuai namanya, keberadaan cacing ini dilumpur di areal persawahan. Meski warnanya tidak seterang cacing sampah, namun tekstur cacing sawah juga tergolong lunak dan disukai wader. Tips: untuk efektifitas dan hasil yang maksimal, pilihlah cacing yang berukuran kecil/lembut sehingga sesuai dengan mulut wader yang mungil.
  • Mie instan : Spot yang masih alami dan belum terinvasi sampah rumahtangga atau yang masih berada di hulu sungai, biasanya ikan wader populasinya melimpah dan mudah dipancing menggunakan umpan apa saja. Untuk spot semacam ini, penggunaan mie instan sangatlah menyenangkan karena kepraktisan dan mudah sekali menyiapkan serta menggunakannya. Cukup seduh dengan air panas hingga mengembang dan lunak, setelah itu tiriskan dan tempatkan diplastik atau tempat umpan. Penggunaannya pun sangat mudah, cukup potong kecil dengan kuku jari lalu pasang pada mata kail. Cukup tancapkan di ujung mata kail.
  • Pelet : Ketika spot merupakan kawasan berair tenang dan dalam semacam waduk atau danau, umpan pelet lebih efektif. Karena kawasannya yang luas, kita perlu mengundang dan mengumpulkan ikan mendekat dan berkumpul di satu lokasi yang akan kita pancingi. Chuming atau tabur terlebih dahulu umpan pelet ke satu titik. Lakukan hal ini secara berkala, Pemancing biasa menyebut teknik chuming dengan istilah ngebom. Ada juga pemancing yang menggunakan pakan ternak ayam, 521 atau BR , bekatul untuk chuming. Untuk pelet yang digunakan bisa berbagai macam campuran sesuai kekhasan daerah masing-masing. Pemancing di daerah Jawa Barat biasa menggunakan adonan kuning telor itik dicampur dengan susu bubuk. Hasil adonan selanjutnya di tempatkan dalam plastik yang dilubangi kecil pada salah satu sudutnya. Karena tekstur mirip pasta jelly, maka penggunaanya cukup ditekan seperti pemakaian pasta gigi.Pemancing Jawa Barat menyebut ikan wader dengan istilah benteur. Pemancing wader Jogja juga biasa menggunakan campuran pelet untuk mancing wader. Bahan-bahannya sebagai berikut: Pelet lele/amis, Pakan ternak/BR, Biscuit keju. Gerus/blender semua bahan lalu disaring. campur bahan yang telah disaring tadi dengan susu bubuk. Paling banyak dalam takaran adalah BR selanjutnya komposisi pelet sedikit saja sebagai perekat, bila terlalu banyak pelet hasil campuran akan terlalu keras. Penggunannya tinggal dicampur dengan air sedikit saja cukup umpan terasa basah. sehingga saat umpan turun diair akan ada efek kepyar/cluster.
  • Kroto : Areal yang bening membuat wader mudah menemukan umpan. Penggunaan kroto/telur semut menjadi pilihan. Harganya yang murah serta mudah mendapatkannya di warung-warung pakan burung menjadi alasan utama penggunaan kroto untuk mancing wader. Cukup tancapkan saja kroto di ujung mata kail. Didaerah kalimantan, ada teknik praktis menggunakan kroto. Yaitu umpan kroto dicampur dengan getah karet sehingga rekat dan awet. Praktis sekali campuran ini karena bisa dipakai berkali-kali tanpa mengganti umpan. Umpan masih ada meski sudah mendapatkan wader berkali-kali. Untuk penyimpanannya pun praktis. Masukkan freezer/lemari es dan siap digunakan setiap saat diperlukan.


    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar